Kalau kamu pernah bingung dengan istilah domain, hosting, DNS, dan server yang sering dipakai bergantian, e-book ini akan membedah semuanya pelan-pelan, dimulai dari yang paling dasar.
Domain vs. hosting — dua hal yang berbeda
Setiap website sebenarnya disimpan di sebuah server — komputer yang selalu menyala dan terhubung ke internet. Server ini punya alamat berupa deretan angka yang disebut alamat IP (misalnya 192.0.2.1). Masalahnya, alamat angka seperti itu susah diingat manusia.
Di sinilah domain berperan: domain adalah nama yang mudah diingat (misalnya usahamu.com) yang mewakili alamat IP tersebut. Domain bukan tempat website-mu disimpan — domain hanyalah "nama panggilan" yang mengarah ke tempat website-mu benar-benar berada.
Anatomi sebuah domain
Ambil contoh usahamu.com — domain ini terdiri dari dua bagian utama:
- Nama domain — bagian "usahamu", biasanya nama usaha atau merekmu.
- Ekstensi/TLD (top-level domain) — bagian ".com", ".id", ".co.id", dan seterusnya. Ekstensi ".id" atau ".co.id" sering dipilih usaha lokal untuk menegaskan bahwa mereka berbasis di Indonesia.
Kenapa ini penting dipahami
Memahami bedanya domain dan hosting akan membuat bab-bab selanjutnya soal DNS dan cara menghubungkan domain jauh lebih masuk akal — karena kamu sudah tahu domain hanyalah alamat, bukan tempat penyimpanan itu sendiri.